awal kunjungan industri di yakult
kelas kalau lagi gak ada guru
gue lagi negosiasi sama bu yeti, bukan dihukum ya.
jadi sporter bola satu kelas @gor sumantri
cupu-cupuan
break fasting 2010 akuntansi II
sama
every precious moment will be saved in heart
jalan-jalan ke bandung
tragedi pembatalan kelulusan gara-gara corat-coret. 2 cewek yang pake kerudung itu, penggalang dana pilox
selamat jalan narasi putih abu-abu. ingat aku sebagai teman masa lalumu.
Jumat, 14 Oktober 2011
Sabtu, 08 Oktober 2011
Predator
Predator-predator kacang penghalang jalan
Perih, pedih, dan derita
Demotivasi, pencela dan penyindir
Berentetan dan teratur menyerang
Hidup bukan tidur
Hidup adalah nyata
Jangan menjadi orang bercita-cita sederhana
Jangan jadi pemimpi, jadilah pemimpin
Pemimpin untuk dirimu sendiri
Biarkan sahabatmu dengan jalannya masing-masing
Dengarkan saja dan jangan ikuti jalannya
Jadilah cantik
Cantik dari hati dan kecerdasan
Bukan dari benda yang kau pakai
Buatlah mereka iri
Iri bukan dari melihat dari apa yang kau pakai
Tapi iri dari apa yang kau rasakan
Kemudian susun kaca-kaca itu
Hingga membentuk bujur sangkar
Rapi dan sempurna
Itulah dirimu dengan perjuanganmu
Senin, 03 Oktober 2011
patridhinag's story
Nama gue gineung patridhina. Umur gue 18 tahun pada tahun 2011. gue lahir tanggal 17 juli 1993. g-i-n-e-u-n-g-p-a-t-r-i-d-h-i-n-a coba itung, jumlah huruf dalam nama gue ada 17 huruf. Lagi ya, gi-ne-ung-pa-tri-dhi-na, jumlah suku kata dalam nama gue ada 7. intinya , apa yang ada dalam nama gue, sesuai sama tanggal lahir gue. Ada lagi yang unik dari nama gue, buat mereka yang awam dengan catur prasetya, pasti nama gue bakal dikira nama gunung atau nama yang asalnya dari bahasa sunda. Padahal semuanya salah besar. Ayah gue adalah seorang polisi, ayah gue ngambil nama gue dari catur prasetya (kalau disekolah, kayak janji siswa gitu, bedanya yang ini kaya janji polisi terhadap negara). Artinya itu mengagungkan Negara. Pastinya ayah gue pengen gadis kecilnya ini jadi sesuatu yang berguna buat negaranya. Gue 5 bersaudara, gue anak terakhir. Jarak antara gue dan kakak gue nomor 4 itu jauh banget. Dia SMA, gue baru lahir. Pas gue lahir itu, usia ibu gue 43 tahun, sedangkan ayah gue 53 tahun. Bisa dibilang ayah sama ibu gue ambigu pas mau bikin gue. Iya iya enggak enggak. Tapi hasilnya, karya indah Tuhan ini lahir dengan sempurna. Karena jarak usia gue dan kakak-kakak gue yang terlalu jauh, gue gak terlalu deket sama mereka.
Usia brojol sampai gue kelas 2 SMP, gue tinggal sama orang tua gue. Sekolah di wirosari purwodadi grobogan. Inget banget pas TK , gue sekolah di TK Kristen, alasannya adalah TK itu yang paling deket jaraknya sama rumah gue. Berangkat pulang gue selalu dijemput sama ayah gue naik sepeda. Temen-temen TK gue selalu bilang “dhina dhina, mbahmu wis nyusul kuwi” (artinya “dhina dhina, kakeknya udah jemput tuh”) pas jam pulang sekolah. Gue kesel, itu kan ayah gue, bukan kakek gue. Dan terulang pas SD. Gue kangen dianter jemput naik sepeda sama ayah gue. Pas SD, gue sekolah di SDN 2 Wirosari, SD favorit di desa gue. Gue anak yang biasa aja disana, gak pinter, gak bodoh dan gak popular. Masuk 10 besar sering sih. Konflik SD wajar-wajar aja. Gak ada yang terlalu menarik pas SD.
Pas SMP, sedikit demi sedikit gue berkembang. Mulai aktif ikut ekskul disekolah. Ekskul ynag gue ikuti yaitu pramuka, sempet ikut jamboree, persami, dan jadi kakak dewan galang/pratami pas masih SMP. Belum sempet dilantik, gue pindah sekolah ke Jakarta . Ini mandat dari kakak gue yang pertama, namanya Hendro Harnowo, sedikit cerita tentang kakak gue, pentolan dari keluarga Soekardjo. Dia kakak gue yang patut jadi panutan, dia adalah seorang tentara yang baru menyelesaikan pendidikannya yaitu DIKLAPA dibandung. Sekarang pangkatnya mayor. Ayah dan ibu gue bangga banget sama mas hendro (panggilannya). Gue tinggal sama dia sekarang, dia yang atur segala macem sekolah gue. Istrinya juga baik banget, namanya Andalia Rahayu (mbak yayuk). Mbak yayuk itu sering ngasih esan moral yang terselip disetiap kata-katanya secara gak langsung. Sekarang mas hendro dinas di Aceh, kamis besok dia berangkat. Ini tugas negara yang berat, kasian Dimas sama Fira, harus jauh dari ayahnya. Sementara gue harus merangkap jadi embak-embak buat jagain mereka.
Balik lagi kemasalh pindah sekolah. Kontras antara sekolah di Jawa dan di Jakarta . Gue nangis setiap hari dan pengen pulang. Gue pindah sekolah yang tadinya SMP 1 Wirosari, ke SMP 33 Jakarta. Alasan kenapa di SMP 33 adalah SMP yang paling deket, jalan kaki gak pake naik-naik angkot, jadi gue gak bakal ilang. Gue sekolah siang, tiap pagi gue anter fira kesekolah TKnya naik sepede, gue piker transportasi sama aja, eh ternyata gue diketawain naik sepeda. Awal-awal kepindahan gue, kalau disekolah masih medok, ngomong masih belepotan, masih pake bahasa baku “aku-kamu”, dan temen-temen gue bilang suruh pake “gue-elo”. Akhirnya gue kebawa. Gue termasuk siswa yang rajin di SMP ini. Adaptasi gue lama banget, hampir setengah tahun. Pas gue naik kekelas 3 SMP, baru deh, gue punya temen yang bener-bener deket. Karena gue tergolong pinter disini, gue sempet ikut lomba matematika (asal lo tau matematika gue sebenernya biasa banget). Dan akhirnya gue kalah. Eh jadi inget, pas SD gue juga pernah ikut lomba senam “ayo bersatu” dan menang terus. Pernah juga ikut marching band, tapi posisi gue gak begitu bagus sih, gue cuma sebagai penari bendera. Ahahaha it’s not trouble for me, gue fun. Lulus SMP gue gak tau gimana ceritanya bias nyasar ke SMKN 16 Jakarta. Gue tercatat sebagai siswa akuntansi di sekolah kejuruan ini, bisa dibilang iconnya SMK di Jakarta Pusat. Berlabel halal, ISO punya. Sekolah yang ditakutin kalau lagi ada LKS akuntansi. Yap, kakak kelas gue, kaka gung dan kak rifky adalah siswa wakil dari Jakarta yang lolos keLKS tingkat nasional. Sekarang yang namanya kak rifky itu kuliah beasiswa di universitas Trisakti D3 perpajakan dan gratis tis tis. Temen seangkatan gue Ayu Lestari juga hebat, dia lolos sampai ketingkat provinsi. Nasibnya gak jauh beda sama rifky. Dia juga dapet beasiswa D3 perpajakan di Trisakti.
Sedangakn gue, gue gagal ikut SNMPTN jlur undangan dan tertulis. Entah karean factor gue salah ambil jurusan (tadinya gue pengen pend.sosiologi sama PKN, tapi yang gue pilih malah akuntansi dan management) atau factor belum rejeki. Gue juga gak lolos uji berkas STAN, gara-gara raport gue tanpa legalisasi kepala sekolah (kepsek kebetulan lagi gak ditempat pas hari gue minta legalisasi dan hari terakhir pengiriman berkas). Ngomong-ngomong gagal, kakak gue yang pertama juga pernah gagal masuk ABRI. Kegagalannya dipicu sama gak adanya dana buat pendidikan, padahal secara intelektual kakak gue mampu. Nah gue gak terlalu mikirin kegagalan gue, gue udah move on dan punya tekad buat bahagiain orang tua gue. Sekarang gue tercatat sebagai mahasiswa universitas Borobudur D3 akdm. Keuangan dan perbankan. Gue gak masalahin dimana gue kuliah, yang terpenting potensi baik yang ada dalamdiri gue. Gue juga saat ini magang disalah satu perusahaan asing yaitu Prime Asia Indonesia. Pas nulis ini, gue pake fasilitas perusahaan dikala waktu luang dan kerjaan gue udah selesai. Mohon maaf ya bu evie, fasiitasnya dipakai untuk keperluan ngeblog. Tanggal 5 nanti gue resign dan gue harus nyari tempat magang baru yang deket sama kampus dan salarynya bias nutup kebutuhan gue. Intinya gue pengen mandiri dan gak benaluin kakak gue. Gue gak mau banyak-banyak ngerepotin dan ngebebani.
Langganan:
Komentar (Atom)















